“Isi pesan WhatsApp tersebut berupa dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia, serta menggambarkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah,” jelas Joko.
Sebelum pesan tersebut diterima, pencarian telah dilakukan oleh personel Siprovos Satbrimob Polda Aceh ke rumah orang tua dan kediaman pribadi Bripda Rio.
Baca Juga:
Adu Mulut Berujung Peluru, Empat Personel Brimob Diamankan Polda Sultra
“Kami juga telah dilayangkan surat panggilan sebanyak dua kali, masing-masing dengan Nomor: Spg/17/XII/HUK.12.10/2025/Provos tanggal 24 Desember 2025 dan Spg/1/I/HUK.12.10/2026/Provos tanggal 6 Januari 2026,” ungkap Joko.
Kasus tersebut juga telah dilaporkan ke Bidpropam sebelum Satbrimob Polda Aceh menerbitkan Daftar Pencarian Orang.
DPO diterbitkan dengan Nomor: DPO/01/I/HUK.12.10/2026 tertanggal Selasa (7/1/2026).
Baca Juga:
Akses Terputus Akibat Banjir, Brimob Turun Evakuasi Warga Tapteng
Sejumlah barang bukti telah dikumpulkan penyidik berupa foto dan video, data paspor, serta catatan manifes penerbangan.
Hasil penelusuran menunjukkan Bripda Rio melakukan perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai, pada Kamis (18/12/2025).
Perjalanan kembali tercatat dilakukan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Haikou Meilan pada Jumat (19/12/2025).