"Soal penggeledahan ini hanya drama saja. Pak Hasto sudah jadi tersangka, jadi kami tidak terkejut. Langkah ini seperti upaya mengalihkan perhatian dari isu-isu besar lainnya," ujar Chico di Kantor DPP PDIP, Jakarta.
PDIP Sebut Seperti Kasus Korupsi Besar
Baca Juga:
Eks Menag Yaqut Didakwa Diperkaya Rp4,8 Miliar, Kerugian Negara Kasus Kuota Haji Tembus Rp622 Miliar
Ketua DPP PDIP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional, Ronny Talapessy, menganggap penggeledahan ini berlebihan.
Ia menyatakan bahwa KPK bertindak seolah Hasto adalah pelaku korupsi besar.
"Ini kewenangan penyidik, tapi terlihat seperti drama. Apa yang sebenarnya dicari di rumah Pak Hasto? Tidak ada uang negara yang hilang di sini," tegas Ronny.
Baca Juga:
Fakta Baru Sebelum Winda Lorenza Tewas, Ada Jam Tag Heuer Rp65 Juta dari Orlando Sianipar
Ia juga meminta KPK bekerja secara profesional tanpa dipengaruhi pihak-pihak tertentu, mengingat momen ini berdekatan dengan ulang tahun PDIP dan persiapan kongres partai.
Pengalihan Isu?
Jubir PDIP, Mohamad Guntur Romli, menuding penggeledahan ini sebagai upaya mengalihkan perhatian dari isu pengumuman OCCRP (Organized Crime and Corruption Reporting Project), yang menempatkan Jokowi sebagai finalis pemimpin terkorup dunia 2024.