WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pengakuan mengejutkan datang dari internal kepolisian, ketika pendidikan taruna Akpol disebut berlangsung “kurang manusiawi” dengan jadwal ekstrem dari subuh hingga larut malam, Jumat (3/4/2025).
Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga mengungkapkan bahwa pola pendidikan yang dijalani taruna saat ini masih jauh dari ideal dari sisi kemanusiaan.
Baca Juga:
Polri Tegas: Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Satu Jalur, Tanpa Kuota Khusus
"Di Akpol kita sedang laksanakan perbaikan-perbaikan terutama dalam hal penyempurnaan kurikulum," ujar Daniel dalam rapat Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa jadwal kegiatan taruna berlangsung sangat panjang, dimulai sejak dini hari hingga malam tanpa jeda istirahat yang memadai.
"Memang kalau kita perhatikan, kalau kita pikirkan memang sementara ini pendidikan kita kurang manusiawi," kata Daniel.
Baca Juga:
Dari Honor Murah hingga Polisi Jadi Bandar, Safaruddin Bongkar Masalah Lemdiklat Polri
Menurutnya, aktivitas taruna dimulai sejak pukul 04.00 pagi untuk ibadah, lalu berlanjut hingga pukul 22.00 malam bahkan bisa lebih, dengan rangkaian kegiatan yang padat.
Kondisi tersebut diperparah dengan penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) yang membuat taruna harus terus berada di kelas dalam durasi panjang.
"Bangun mulai dari jam 4 pagi sampai jam 10 malam, bahkan bisa sampai lebih," ujarnya.