Kapal induk sepanjang 180,2 meter tersebut juga memiliki keterkaitan dengan dua kapal perang baru TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, karena diproduksi oleh galangan yang sama.
Kapal ini menggunakan sistem propulsi turbin gas gabungan yang memungkinkannya melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.
Baca Juga:
Pemerintah Dinilai Selaraskan Alutsista TNI dengan Industri Pertahanan Nasional
Dari sisi persenjataan, kapal ini dilengkkapi peluncur rudal antipesawat Sea Sparrow atau Aspide, meriam kembar 40 mm Oto Melara, peluncur torpedo tiga tabung kaliber 324 mm, serta rudal antikapal Otomat Mk 2.
Mengutip Naval Technology, kapal tersebut dibangun di Genoa dan mulai dioperasikan pada 1985 sebagai kapal utama Angkatan Laut Italia.
Kapal ini mampu membawa hingga 18 helikopter atau satu skuadron pesawat VSTOL seperti AV-8B Harrier II.
Baca Juga:
Pemerintah RI “Diam-diam” Incar 40 Jet Tempur Buatan Kekuatan Nuklir Muslim
Dek penerbangannya dilengkapi landasan ski jump dengan kemiringan sekitar empat derajat untuk mendukung operasi pesawat lepas landas pendek.
Selain menjalankan fungsi serangan udara, kapal induk ini juga dapat digunakan untuk peperangan antikapal selam, komando dan kendali operasi laut dan udara, pengawasan wilayah, pengawalan konvoi, pengangkutan pasukan, hingga dukungan logistik armada.
Sebagai kapal komando, sistem command and control IPN 20 memungkinkan integrasi data sensor, komunikasi, dan situasi taktis secara real time melalui dukungan komunikasi satelit serta data link 11, 14, dan 16.