“Jadi ini kan secara berjenjang karena itu memiliki strukturnya,” kata Asep.
Ia menambahkan bahwa organisasi tersebut memiliki struktur hingga tingkat daerah yang berada di wilayah operasional perusahaan tambang yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Baca Juga:
Desas Desus “Ijon Proyek” Pengadaan 43 Ambulance Senilai Rp14,7 Miliar di Sulteng Sudah Ada Pemiliknya(?)
“Strukturnya sampai salah satunya sampai di Kalimantan Timur, di tempatnya beroperasinya perusahaannya saudara Rita ini,” ujarnya.
Sebelumnya, penyidik KPK memeriksa seorang saksi yang diketahui menjabat sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan nasional pada Selasa (10/3/2026) di Gedung Merah Putih KPK.
Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami dugaan penerimaan uang yang berkaitan dengan hasil produksi pertambangan batu bara dari salah satu perusahaan yang menjadi tersangka korporasi.
Baca Juga:
KPK Menyebut 25 Persen Kasus Yang Ditangani Berawal Dari Pengadaan Barang dan Jasa
“Saksi 2 penyidik mendalami terkait dugaan penerimaan atas hasil pertambangan dari PT ABP sebagai jasa pengamanan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Saksi tersebut terlihat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK setelah menjalani pemeriksaan selama sekitar empat jam sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.26 WIB.
Saat dimintai keterangan oleh awak media, ia memilih tidak banyak memberikan penjelasan mengenai materi pemeriksaan yang dilakukan penyidik.