WAHANANEWS.CO, Jakarta - Langkah mengejutkan terjadi di tubuh TNI, jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) diserahkan di tengah sorotan tajam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Penyerahan jabatan Kepala BAIS TNI dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026), sebagai respons atas dinamika kasus yang menyeret nama institusi tersebut.
Baca Juga:
Inggris Siap Pimpin Operasi Militer di Selat Hormuz
Disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, keputusan itu merupakan bagian dari bentuk pertanggungjawaban institusi kepada publik.
“Baik terima kasih, jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Ka BAIS.”
Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan terkait perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Baca Juga:
Hanya 36 Persen Warga AS Masih Dukung Trump
Namun saat didalami lebih lanjut apakah penyerahan jabatan tersebut merupakan bentuk pencopotan, Aulia tidak memberikan penjelasan rinci.
“Terima kasih.”
Hingga saat ini, Mabes TNI juga belum mengungkapkan siapa sosok pengganti Letjen TNI Yudi Abrimantyo sebagai Kepala BAIS TNI.