WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kondisi Andrie Yunus, korban penyiraman air keras yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat dan kini ditempatkan di ruang High Care Unit (HCU).
Kabar tersebut disampaikan Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS Jane Rosalina saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Baca Juga:
Ketua Umum JMSI Minta Polri Usut Dalang Serangan Air Keras terhadap Andrie Yunus
“Korban sedang ada di ruang high care unit dan itu tidak bisa kita pastikan berapa lamanya,” katanya dalam wawancara cegat di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Senin.
Jane menjelaskan hingga kini belum ada kepastian mengenai durasi pemulihan yang harus dijalani Andrie Yunus selama menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Ia menilai proses pemulihan kemungkinan berlangsung cukup lama jika melihat pengalaman penanganan kasus penyiraman air keras yang pernah menimpa mantan penyidik KPK Novel Baswedan.
Baca Juga:
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Yusril: Usut Sampai Aktor Intelektual
“Kami juga tidak dapat mengkonfirmasi berapa lamanya karena memang waktunya cukup panjang, berkaca juga dari penanganan mata maupun kulit yang dialami oleh Novel Baswedan saja memakan waktu berbulan-bulan gitu ya,” ujarnya.
Selain itu, Jane mengungkapkan pihak rumah sakit telah melakukan tindakan medis awal untuk menangani dampak paparan cairan asam yang mengenai organ penglihatan korban.
Menurutnya, penanganan tersebut berkaitan dengan reaksi inflamasi yang muncul akibat paparan zat air keras yang mengenai mata Andrie Yunus.
“Dalam hal ini pihak rumah sakit sudah berhasil menangani setidaknya penanganan pertama terhadap kondisi dari adanya reaksi inflamasi dari adanya paparan cairan air keras atau dalam hal ini cairan asam ke mata rekan kami Andrie Yunus,” jelasnya.
Jane juga meluruskan sejumlah informasi yang beredar di media sosial terkait kondisi korban, khususnya kabar yang menyebutkan adanya tindakan pencangkokan mata.
Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi penanganan medis yang tengah dijalani korban.
“Info yang beredar katanya mata Andrie dicangkok dan lain sebagainya itu salah, kami dari KontraS mengkonfirmasi bahwa itu salah berkaitan dengan treatment,” ungkapnya.
Jane menambahkan pihak KontraS belum dapat menyampaikan secara rinci mengenai kondisi rekam medis korban karena hal tersebut merupakan kewenangan pihak rumah sakit.
Ia juga menyebut Andrie Yunus akan menjalani sejumlah tindakan medis lanjutan yang tidak hanya berkaitan dengan organ mata, tetapi juga penanganan pada bagian tubuh lain yang terdampak.
“Andrie akan menjalankan sejumlah tindakan medis tidak hanya berkaitan dengan mata saja, berkaitan dengan kulit dan lain sebagainya tapi itu nanti jawabannya akan dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit gitu ya,” ujarnya.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]