WahanaNews.co | KPK ternyata sedang mengusut dugaan korupsi di balik pembelian
tanah oleh salah satu BUMD di DKI Jakarta. Para tersangka pun telah ditetapkan.
Salah satu sumber media di lingkup internal KPK menyebutkan adanya surat panggilan untuk
salah satu saksi dalam perkara itu.
Baca Juga:
Warga Tebing Tinggi Ditangkap Polisi, 5,77 Gram Sabu Diamankan
Tampak tertera perkara yang tengah
diusut yaitu terkait pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung,
Jakarta Timur, pada 2019.
Selain itu, ada tersangka yang sudah
ditetapkan, yaitu YC, TA, dan AR. Ada pula korporasi yang sudah dijerat,
yakni PT AP.
Dari inisial di atas, hanya 1 nama,
yaitu YC, yang disebut sebagai Direktur Utama salah satu BUMD di DKI Jakarta.
Baca Juga:
Tabrakan Maut Depan SD, Kepala Dinas Pandeglang Resmi Jadi Tersangka
BUMD itu yang berkaitan dengan
pengadaan tanah tersebut.
Dari sumber media pula
diketahui bahwa pada awal Maret ini tim KPK telah menggeledah kediaman YC.
Selain itu, kantor pusat BUMD tersebut
juga telah digeledah KPK.
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, ketika dimintai konfirmasi perihal
ini sama sekali tidak merespons.
Namun, saat ditanya perihal kasus
lain, Ali memberikan jawaban berkaitan kasus lain itu.
Pun pimpinan KPK yang lain juga tidak
merespons.
KPK di era Firli Bahuri cs ini memang
sudah menyampaikan kebijakan baru mengenai penanganan kasus.
Disebutkan, KPK tidak akan mengumumkan
siapa tersangka yang dijerat apabila belum ditangkap atau ditahan.
Dimintai konfirmasi terpisah, Kabiro
Hukum DKI Jakarta, Yayan Yuhana, mengaku
tidak tahu.
"Saya tidak tahu," ucap
Yayan, saat dihubungi wartawan, Senin (8/3/2021).
Setali tiga uang, Sekretaris Komisi B
DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga, mengaku belum tahu.
Namun, dia akan
mengeceknya lebih lanjut.
"Saya malah belum dengar apa-apa
nih. Nanti saya coba cek," ucap Pandapotan.
Di sisi lain, Ketua Komisi B, Abdul Aziz, membenarkan hal tersebut.
Abdul mengaku sudah meminta konfirmasi
kepada Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati.
"Ya saya sudah konfirmasi ke
asisten perekonomian, jawabannya iya benar. Cuma saya baru komunikasi via WA
aja dengan beliau," ucap Abdul. [qnt]