WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gelombang operasi tangkap tangan kembali mengguncang Kementerian Keuangan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menjaring sejumlah pejabat dan mantan pejabat dalam operasi senyap yang digelar serentak di beberapa wilayah pada Rabu (4/2/2026).
Setelah sebelumnya menggelar OTT di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Januari lalu, KPK kini memperluas operasi ke daerah lain.
Baca Juga:
KPK Targetkan Integritas Banten Tembus 78, OPD Diminta Bergerak
Dua lokasi yang menjadi sasaran terbaru operasi senyap KPK adalah KPP Madya Banjarmasin di Kalimantan Selatan serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu yang mencakup wilayah Jakarta dan Lampung.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengungkapkan, OTT di Banjarmasin berkaitan langsung dengan dugaan penyimpangan dalam proses restitusi pajak.
“Restitusi pajak, ya di KPP Banjarmasin,” kata Fitroh melalui pesan singkat.
Baca Juga:
Penyidikan Dipercepat, KPK Amankan Dua Mobil Terkait Kasus Maidi
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo bersama dua orang lainnya.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, dua pihak lain yang diamankan masing-masing berstatus aparatur sipil negara dan pihak swasta.
“KPK mengamankan sejumlah tiga orang, salah satunya adalah Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin, satu lagi ASN, dan satu pihak swasta,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.