WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wacana ambang batas parlemen kembali memanas setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) justru mengusulkan konsep berbeda yang dinilai lebih efektif untuk memperkuat kinerja DPR.
Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni menyampaikan gagasan alternatif berupa faction threshold atau ambang batas pembentukan fraksi sebagai pengganti parliamentary threshold.
Baca Juga:
Kediaman Jokowi Diplesetkan di Google Maps, Bestari: Malah Keren!
“PSI justru mengusulkan bukan parliamentary threshold, tapi faction threshold ya.”
Hal itu disampaikan Raja Juli Antoni saat berbicara di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, efektivitas parlemen sebenarnya lebih tepat diukur dari syarat pembentukan fraksi di DPR daripada ambang batas suara partai untuk bisa masuk parlemen.
Baca Juga:
Rakernas PSI Tetapkan Jokowi sebagai Figur Utama Pengerek Elektoral
“Jadi kalau dikatakan bahwa PT itu adalah untuk efektivitas, sebenarnya untuk efektivitas parlemen itu lebih baik menggunakan faction threshold.”
Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut dapat mengatur batas minimal kekuatan politik yang diperlukan untuk membentuk satu fraksi di DPR.
“Jadi artinya, berapa partai yang, taruhlah misalkan ya, untuk membentuk sebuah fraksi itu diminta minimum 7 persen atau bahkan 10 persen.”