Kelancaran arus balik pada 24-25 Maret tersebut, lanjut dia, sesuai dengan harapan Presiden dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan mudik Lebaran tahun ini.
"Kelancaran puncak arus balik pada tanggal 24-25 Maret itu seperti harapan Bapak Presiden dan kita semua."
Baca Juga:
Pemkab Karawang Bahas Rencana Kerja 2026, Fokus Program Prioritas dan Tata Kelola Pemerintahan
Pemerintah, menurutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan arus mudik dan balik agar lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang juga dinilai sudah berjalan dengan sangat baik.
Upaya tersebut ditopang oleh sinergi kuat antara berbagai pihak dalam mengelola lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
"Tentunya, hal ini didukung oleh sinergi kuat antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Pemda, serta seluruh instansi terkait dalam mengelola tingginya mobilitas masyarakat," jelasnya.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Targetkan 100 Ribu Kunjungan Wisatawan Selama Libur Lebaran 2026
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi gelombang kedua arus balik yang diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret mendatang.
Langkah tersebut meliputi penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah situasional, pengaturan rest area, pembatasan kendaraan angkutan barang, hingga kebijakan diskon tarif tol serta penyediaan ribuan bus mudik gratis bagi masyarakat.
"Kehadiran negara ditegaskan melalui langkah-langkah ini untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman hingga tiba di tujuan."