Pensiunan Marsekal Udara Pakistan, Asim Suleiman, menegaskan bahwa kesepakatan dengan Indonesia kini sedang diproses.
"Kesepakatan Indonesia sedang dalam jalur pipa (in the pipeline)," ujarnya sembari menyebut jumlah pesawat yang terlibat mendekati 40 unit.
Baca Juga:
Wamendag Roro: Indonesia Buka Peluang Kerja Sama yang Lebih Luas dengan Pakistan
Minat terhadap teknologi militer Pakistan meningkat tajam sejak jet tempur mereka terlibat dalam konflik singkat dengan India tahun lalu. Jet JF-17 kini menjadi primadona ekspor Pakistan, setelah sebelumnya berhasil mengamankan kesepakatan dengan Azerbaijan dan kontrak senjata senilai US$ 4 miliar (sekitar Rp 64 triliun) dengan Tentara Nasional Libya.
Selain Indonesia, Pakistan juga sedang mengincar kesepakatan pertahanan dengan Bangladesh dan Arab Saudi. Khusus untuk Arab Saudi, nilai kontrak diprediksi mencapai US$ 2 miliar hingga US$ 4 miliar (sekitar Rp 32 triliun hingga Rp 64 triliun) melalui skema konversi pinjaman menjadi pasokan militer.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.