WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya TNI Irvansyah mengatakan jajarannya berupaya menambah unit kapal patroli dan sumber daya manusia (SDM) atau personel untuk memperkuat pengawasan laut di Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Irvansyah lantaran saat ini jajarannya hanya memiliki jumlah kapal dan personel yang tidak banyak.
Baca Juga:
Buntut Kehadiran Kapal Ikan Vietnam di Natuna, Bakamla Lanjut Patroli
Irvansyah pun membandingkan dengan coast guard dari Filipina yang wilayah pengawasannya tidak terlalu berbeda dengan Indonesia.
Saat ini, kata dia, Filipina memiliki kapal patroli hampir 300 unit. "Mereka memiliki kapal patroli sekitar 300-an, kita baru punya 10," kata Irvansyah dalam jumpa pers usai upacara perayaan HUT Ke-20 Bakamla di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
"Mereka (Coast Guard Filipina) personelnya sekitar 30.500-an orang. Sementara Bakamla ini 1.500 saja belum," jelas Irvansyah.
Baca Juga:
Aksi Heroik Bakamla: Amankan Kapal Penyelundup Pasir Timah di Selat Karimata, 5 ABK Terjaring
Akibat kondisi tersebut, kata dia, pihaknya berupaya mengajukan pengadaan kapal dan penambahan personel ke pihak DPR guna memastikan kebutuhan pertahanan laut Indonesia tercukupi.
"Kita sudah menyusun posturnya Bakamla RI sampai 2045. Jadi kita sekitar butuh 274 kapal," jelas Irvansyah.
Kini, menurut di, guna memperkuat pengawasan yang dilakukan dengan bermodal 10 kapal patroli, Bakamla berupaya bekerja sama dengan instansi terkait seperti TNI AL, Polairud dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam kegiatan patroli bersama.
Dengan adanya sinergitas antara instansi tersebut, Irvansyah yakni pengawasan wilayah laut Indonesia akan lebih maksimal.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.