“Mungkin yang namanya orang tua memberikan nasihat, penerimaan anaknya mungkin merasa tersinggung atau bagaimana,” ucap Valentino.
Ia menegaskan bahwa narasi yang berkembang di masyarakat perlu diluruskan.
Baca Juga:
Kasus Pemerkosaan Santriwati, Pendiri Ponpes Pati Resmi Diperiksa sebagai Tersangka
“Jadi ceritanya bukan karena alat tulis, tetapi karena sering dinasihati oleh ibunya mengenai pemberian nasihat tersebut,” imbuhnya.
Dalam keterangannya, Valentino juga mengungkap kondisi ekonomi keluarga korban yang tergolong memprihatinkan.
Situasi tersebut diperberat dengan absennya figur ayah dalam kehidupan sehari-hari YRB sejak dalam kandungan.
Baca Juga:
Instruksi Pimpinan Picu Kekerasan Anak, KAI Minta Penegakan Hukum Tegas
“Maksudnya, ini kan anak dari suami ketiga,” kata Valentino.
Ia menjelaskan bahwa sejak masa kehamilan, ayah biologis korban tidak pernah hadir dalam proses tumbuh kembang anak.
“Selama dalam kandungan pun ayahnya tidak pernah ada,” ujar Valentino.