"Kami memperlakukan Anda semua sebagai 'negara asing yang bersahabat' yang dengannya kami dapat berbagi teknologi pertahanan canggih," ucap dia.
Menurut Singh, ketahanan sektor pertahanan kini menjadi kebutuhan strategis di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, konflik global, gangguan rantai pasok, hingga persaingan teknologi.
Baca Juga:
Perusahaan India Masuk Sei Mangkei, MARTABAT Prabowo-Gibran: Saatnya Jadi Pusat Industri Global
"Saat ini, ketahanan telah menjadi salah satu persyaratan strategis yang menentukan zaman kita," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem industri pertahanan yang kuat dan tidak bergantung pada rantai pasok yang rapuh.
"Pelajaran dari beberapa tahun terakhir sudah jelas. Kesiapan pertahanan tidak dapat bergantung pada rantai pasokan yang rapuh atau terlalu terkonsentrasi. Negara-negara saat ini membutuhkan ekosistem industri pertahanan yang tangguh, terpercaya, terdiversifikasi, dan adaptif secara teknologi," ujar Singh.
Baca Juga:
Cinta Terlarang Berujung Maut, Istri Rancang Pembunuhan Suami di India
India dalam satu dekade terakhir, katanya, telah melakukan reformasi besar di sektor pertahanan, mulai dari membuka ruang lebih besar bagi sektor swasta, memperkuat manufaktur dalam negeri, hingga meningkatkan ekspor alutsista.
Menurutnya, India kini berkembang menjadi pusat manufaktur pertahanan yang andal dengan kemampuan memproduksi berbagai sistem persenjataan, termasuk rudal, pesawat tempur, dan tank tempur utama.
"Tujuan kami bukanlah untuk menciptakan blok eksklusif, tetapi kemitraan inklusif dan andal yang memperkuat keamanan kolektif dan mengurangi kerentanan strategis," pungkasnya.