Alumnus Akademi Militer (Akmil) 1992 ini dikenal sebagai perwira Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dengan pengalaman panjang di berbagai operasi dan jabatan penting.
Sepanjang karier militernya, Richard telah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari satuan elite hingga jabatan komando wilayah dan gabungan.
Baca Juga:
Front Baru Dibuka, Houthi Kejutkan Israel dengan Serangan Balistik
Beberapa di antaranya meliputi Pabandya Lid Sintel Kopassus, Komandan Batalyon 11/Grup 1/Kopassus, Wakil Komandan Grup 2/Kopassus, Asintel Danjen Kopassus (2014), Komandan Grup 2 Kopassus (2014–2015), Komandan Grup 3 Kopassus (2015), hingga Danrindam VI/Mulawarman (2016).
Kariernya berlanjut sebagai Danrem 023/Kawal Samudera (2016–2017), Wadanjen Kopassus (2017–2018), Kasdam VI/Mulawarman (2018–2019), Kaskogabwilhan I (2019–2020), Dankoopssus TNI (2020–2021), Pangdam XVI/Pattimura (2021–2022), Irjenad (2022–2023), Pangkogabwilhan III (2023–2024), hingga menjabat Kasum TNI sejak 2024.
Pada Selasa (25/2/2026), Richard juga tercatat memimpin rapat koordinasi intelijen TNI tahun anggaran 2026 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Baca Juga:
Kabar Duka! Juwono Sudarsono Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pertahanan Besar
Pergantian jabatan ini terjadi setelah Letjen Yudi Abrimantyo secara resmi menyerahkan posisi Kabais TNI sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden yang melibatkan anggotanya.
Langkah tersebut diambil menyusul mencuatnya kasus penyiraman zat kimia asam kuat terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/3/2026).
Peristiwa itu menjadi sorotan karena dinilai mencoreng citra institusi intelijen militer.