WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dukungan publik terhadap langkah KPK dalam menangani kasus korupsi kuota haji mendapat respons positif, bahkan diapresiasi sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengawasan hukum.
Rabu (25/3/2026) -- Komisi Pemberantasan Korupsi menilai spanduk dan karangan bunga yang dikirimkan organisasi Masyarakat Antikorupsi Indonesia sebagai ekspresi publik yang konstruktif.
Baca Juga:
Cuaca Panas Ekstrem Melanda Tokyo, Tiga Singa Mati dan 10 Lainnya Sempat Jatuh Sakit
Spanduk dan karangan bunga tersebut muncul setelah KPK mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dari tahanan rutan menjadi tahanan rumah.
“KPK memandang ini sebagai bentuk ekspresi publik yang kami terima secara positif."
Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, lembaganya terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi.
Baca Juga:
Senpi di Sekolah Jaksel Tercatat Atas Nama Direktur Importir Airsoft Gun, Polisi Telusuri Riwayat Kepemilikannya
"Sebagai lembaga penegak hukum, KPK senantiasa terbuka terhadap berbagai kritik, saran, dan masukan konstruktif dalam upaya pemberantasan korupsi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tindakan MAKI juga mencerminkan perhatian serta harapan publik terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
Partisipasi masyarakat dinilai menjadi elemen penting dalam menjaga integritas dan akuntabilitas lembaga antirasuah.