Setelah kuota ditentukan, Yaqut melalui bawahannya termasuk eks staf khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, diduga mengumpulkan dana dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) untuk percepatan pengisian kuota tambahan.
Pada 2023, jemaah yang ingin berangkat melalui jalur khusus tambahan diminta membayar fee percepatan sebesar 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 84,4 juta.
Baca Juga:
Buntut Cacian ke Pasien yang Meninggal, 10 Nakes Teridentifikasi KKI hingga Dokter Dinonaktifkan
Pola serupa kembali terjadi pada 2024 dengan besaran fee sebesar 2.400 dolar AS atau sekitar Rp 42,2 juta.
KPK mengungkapkan bahwa total kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tersebut mencapai Rp 622 miliar.
Atas dugaan perbuatannya, Yaqut dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Baca Juga:
Plot Twist 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Pengacara: Itu Airsoft Gun dan Ada Izin Mabes Polri
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.