Selain itu, Arnod saat ini juga menjabat sebagai anggota Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional forum resmi yang mempertemukan pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam merumuskan kebijakan strategis di bidang ketenagakerjaan.
Arnod menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan Partai Demokrat dan Bintang Muda Indonesia terkhusus kepada Ketua Umum DPB Farkhan Evendi dan Sekretaris Jendral Wawan Sugiyanto.
Baca Juga:
Golkar dan Demokrat Serahkan Isu Reshuffle Kabinet Sepenuhnya ke Presiden Prabowo
Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab serta memperkuat peran partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, khususnya kalangan pekerja.
“Kepercayaan ini tentu menjadi tanggung jawab besar bagi saya. Selama ini saya berjuang melalui gerakan serikat pekerja, dan kini saya ingin memperluas perjuangan itu melalui Partai Demokrat agar aspirasi pekerja dapat diperjuangkan secara lebih strategis dalam proses pengambilan kebijakan,” ujar Arnod kepada wartawan Selasa (10/3/2026) di Jakarta.
Menurutnya, keterlibatan dalam partai politik merupakan bagian dari upaya memperkuat representasi pekerja dalam proses perumusan kebijakan nasional. Ia menilai perjuangan buruh tidak cukup hanya melalui jalur terakhir aksi demonstrasi membangun dialog dengan pemerintah dan pengusaha, tetapi juga perlu diperkuat ide dan gagasan kebijakan melalui jalur politik dan parlemen.
Baca Juga:
Usai Jenguk SBY di RSPAD, Demokrat Ucapkan Terima Kasih ke Wapres Gibran
“Gerakan buruh bukan hanya perjuangan praktis, tetapi juga perjuangan politik. Banyak kebijakan yang menentukan nasib pekerja lahir dari proses politik. Karena itu saya merasa penting untuk ikut terlibat dan berjuang bersama partai Demokrat,” katanya.
Terkait posisinya sebagai Wakil Ketua Umum KSPSI, Arnod juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum KSPSI, Yorrys Raweyai, yang selama ini memberikan ruang kebebasan bagi para kader organisasi untuk menyalurkan hak politiknya.
Ia menegaskan bahwa KSPSI sebagai organisasi buruh tetap menjaga independensi dan tidak berafiliasi secara resmi dengan partai politik tertentu, meskipun sejumlah kadernya aktif di berbagai partai.