Sekitar puluhan bahkan hingga ratusan orang berhasil diselamatkan nelayan ke kapal mereka lalu dibawa ke daratan, dan sisanya menyelamatkan jiwanya sendiri dengan berbagai cara.
"Di antara penumpang-penumpang yang belum kedapatan adalah 8 orang bangsa Eropa, 3 anak-anak, seorang markonis (operator radio), dua klerk, dan 59 orang Indonesia masih diusahakan mencarinya," tulis kantor berita Aneta.
Baca Juga:
Wagub Jatim Emil Dardak Tinjau Perbaikan Jalan Nasional Babat-Lamongan oleh PUPR
Penyebab tenggelamnya kapal yang dinahkodai Kapten Akkerman tidak dapat diketahui secara pasti.
Karena peristiwa karamnya kapal berlangsung sangat cepat, hanya sekitar lima menit air memenuhi dek kapal dan masuk ke dalam air.
Dari beberapa hasil penyelidikan terungkap jika Juru mudi Van der Wijck, Herman Hermse, mengaku telah membuka beberapa lubang intip di tengah kapal dalam perjalanannya dari Bali ke Surabaya untuk memungkinkan kargo (buah) mendapat udara.
Baca Juga:
Gegara Cinta Ditolak, Remaja di Lamongan Diduga Bunuh Teman Wanitanya
Kemudian dia lupa menutupnya lagi.
Di sisi lain, ternyata kapal tersebut juga mengalami kelebihan muatan di Surabaya.
Hermse sempat dijatuhi hukuman disiplin.