Mulailah dari langkah yang sangat kecil, seperti membuka laptop, membuat judul dokumen, menulis tiga kalimat pertama, membaca satu halaman, atau merapikan meja selama dua menit.
Tujuannya bukan langsung menyelesaikan semua pekerjaan, tetapi memutus sinyal “ancaman” di otak bahwa tugas ini terlalu besar untuk disentuh.
Baca Juga:
Luhut Bongkar Evaluasi MBG, Sebut Program Terlalu Buru-buru Dijalankan
Jika otak sudah berhasil melewati gerbang pertama, rasa takut biasanya turun dan dorongan untuk lanjut menjadi lebih mudah muncul.
2. Namai Emosi yang Membuat Anda Menunda
Banyak orang mengira dirinya menunda karena tidak punya waktu, padahal penyebab utamanya bisa saja takut gagal, bingung mulai dari mana, kesal, bosan, perfeksionis, atau merasa tugas itu tidak bermakna.
Baca Juga:
Babak Baru Kasus Edison, KPK Temukan Dugaan Permainan Opini BPK Muara Enim
Coba tulis satu kalimat jujur sebelum mulai, misalnya “Saya menunda karena takut hasilnya jelek” atau “Saya menunda karena tugas ini terasa terlalu besar”.
Dengan menamai emosi, otak tidak lagi hanya bereaksi secara otomatis, tetapi mulai membaca masalah dengan lebih sadar.
Riset Fuschia Sirois dan Timothy Pychyl menjelaskan bahwa prokrastinasi sering terjadi karena seseorang memprioritaskan perbaikan mood jangka pendek dibanding kepentingan diri di masa depan.