Gunakan prinsip draf buruk dulu, revisi belakangan.
Untuk tulisan, target awalnya bukan artikel bagus, tetapi paragraf mentah.
Baca Juga:
Luhut Bongkar Evaluasi MBG, Sebut Program Terlalu Buru-buru Dijalankan
Untuk presentasi, target awalnya bukan desain rapi, tetapi susunan poin.
Untuk pekerjaan kantor, target awalnya bukan final, tetapi kerangka yang bisa dikembangkan.
Otak lebih mudah melanjutkan sesuatu yang sudah ada daripada memulai dari halaman kosong.
Baca Juga:
Babak Baru Kasus Edison, KPK Temukan Dugaan Permainan Opini BPK Muara Enim
6. Pasangkan Tugas Berat dengan Hadiah Kecil
Jika otak terlalu suka hadiah instan, jangan hanya dilawan, tetapi arahkan.
Pasangkan tugas yang membosankan dengan sesuatu yang menyenangkan, misalnya mendengarkan musik instrumental saat merapikan data, minum kopi favorit hanya saat membaca bahan kerja, atau menonton satu episode setelah menyelesaikan target kecil.