Strategi ini mirip dengan temptation bundling, yaitu memasangkan aktivitas yang manfaatnya jangka panjang dengan kesenangan yang terasa langsung.
Penelitian Erika Kirgios, Katherine Milkman, Angela Duckworth, dan tim pada program olahraga empat minggu menemukan bahwa dorongan melakukan temptation bundling dapat meningkatkan kemungkinan olahraga mingguan sekitar 10 sampai 14 persen.
Baca Juga:
RI-China Perkuat Investasi di KEK Batang, MARTABAT Prabowo-Gibran: Pastikan Transfer Teknologi dan Serapan Tenaga Kerja
Pesannya jelas, otak lebih mudah diajak bekerja jika tugas berat diberi rasa menyenangkan yang aman dan terkendali.
7. Tutup Jalur Kabur yang Paling Sering Dipakai
Setiap orang punya pintu pelarian yang berbeda.
Baca Juga:
PLN Rawat PLTA Orya Genyem 20 MW, ALPERKLINAS: Keandalan Listrik Papua Harus Terus Dijaga
Ada yang kabur ke media sosial, gim, YouTube, rebahan, camilan, chat, atau pura-pura sibuk dengan pekerjaan kecil yang tidak penting.
Jangan mengandalkan niat untuk melawan semua itu.
Buat lingkungan kerja yang memaksa otak lebih mudah fokus, seperti meletakkan ponsel di ruangan lain, mematikan notifikasi, memakai pemblokir aplikasi, membuka hanya satu tab kerja, atau bekerja di tempat yang minim gangguan.