Artinya, musuh utamanya bukan kalender, melainkan rasa tidak nyaman yang tidak dikelola.
3. Ubah Tugas Besar Menjadi Perintah yang Bisa Dilakukan Sekarang
Baca Juga:
Iran Minta Ganti Rugi, Trump Justru Tuntut Kompensasi atas Korban Konflik
Otak mudah panik saat membaca tugas yang terlalu abstrak seperti “selesaikan laporan”, “kerjakan skripsi”, “buat proposal”, atau “bereskan pekerjaan”.
Ganti perintah besar itu menjadi aksi fisik yang sangat konkret, seperti “buka file laporan”, “buat daftar isi”, “tulis paragraf pembuka”, “kumpulkan tiga referensi”, atau “balas satu email paling penting”.
Semakin konkret perintahnya, semakin kecil peluang otak untuk kabur.
Baca Juga:
Kabur ke Pulau Jawa, Buronan Pembobol Rumah Wakil Bupati OKU Selatan Ditangkap
Tugas yang kabur membuat otak mencari pelarian, sedangkan tugas yang jelas membuat otak lebih mudah masuk ke mode eksekusi.
4. Pakai Rumus Jika-Maka agar Otak Tidak Banyak Negosiasi
Orang yang sering menunda biasanya terlalu banyak bernegosiasi dengan dirinya sendiri.