Ia mengaku penggunaan residu limbah tersebut dilakukan untuk menghemat biaya pengurukan tanah.
“Kami butuh residunya yang enggak laku itu buat ngurug supaya ada manfaatnya lagi, kalau ambil tanah dari kantong sendiri bisa habis jual tanah,” ujarnya.
Baca Juga:
Lima Pejabat Pemkab Bekasi Dipanggil KPK, Jejak Ijon Proyek Makin Terang
Keberadaan cacahan uang rupiah tersebut baru terungkap setelah sebagian potongan terlihat di permukaan tanah dan terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Sekretaris Umum Prabu Peduli Lingkungan, Rido Satriyo, menjadi pihak yang pertama kali memviralkan temuan itu setelah menindaklanjuti laporan warga terkait aktivitas TPS liar pada Rabu (28/1/2026).
“Awalnya kami dapat informasi dari warga soal adanya TPS liar, kami telusuri bersama tim dan terlihat buangan sampah, tapi saat mendekat tampak seperti rajangan uang berwarna merah,” ujar Rido.
Baca Juga:
Musim Hujan Picu Serangkaian Bencana, BNPB Minta Masyarakat Tetap Waspada
Rido mengaku pada awalnya tidak dapat memastikan keaslian uang tersebut, namun secara visual menyerupai uang pecahan bernilai besar.
“Secara kasat mata mirip uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000,” kata dia.
Ia menyebutkan cacahan uang tersebut ditemukan tidak hanya di dalam karung, tetapi juga tercecer di luar dan bercampur dengan sampah lain.