WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 115 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan masih terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 15 sentimeter hingga 2,4 meter.
Kepala Pelaksana BPBD DKI, Marulitua Sijabat, mengatakan banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sejumlah kali di Jakarta meluap.
Baca Juga:
BMKG: Modifikasi Cuaca Langkah Pengendalian Risiko Bencana Hidrometeorologi
"Penyebab curah hujan tinggi yang mengakibatkan Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, Kali Mampang dan Kali Ciliwung meluap, sehingga merendam permukiman warga," kata Marulitua di Jakarta, Selasa (5/6/2026).
Ia menjelaskan, hingga Selasa pagi terdapat 115 RT dan empat ruas jalan di tiga wilayah tersebut yang masih tergenang air.
Menurut data BPBD, hujan lebat pada Senin (4/5) menyebabkan kenaikan tinggi muka air di sejumlah pos pantau, antara lain Pos Pesanggrahan, Pos Depok, Pos Angke Hulu, Pos Karet, Pos Cipinang Hulu, hingga Pos Sunter Hulu, dengan status Siaga 3 hingga Siaga 1 pada waktu berbeda.
Baca Juga:
Ketinggian Air Bendung Katulampa Masuk Siaga 1, BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini
"Untuk ketinggian air mulai dari 15 cm sampai 240 cm (2,4 meter)," ujarnya.
BPBD DKI saat ini telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat guna melakukan penyedotan air dan memastikan sistem drainase berfungsi.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan dan segera menghubungi layanan darurat 112 jika terjadi keadaan darurat. Layanan tersebut tersedia gratis dan beroperasi 24 jam.