Selain volume kendaraan yang melonjak tajam, perubahan cuaca yang terjadi dengan cepat juga disebut memengaruhi kondisi para pemudik yang menunggu di antrean panjang.
Yuli mencontohkan, pada siang hari kawasan Pelabuhan Gilimanuk sempat dilanda panas terik, namun sekitar dua jam kemudian kondisi berubah ketika gerimis mulai turun.
Baca Juga:
Amankan Mudik Lebaran 2026, Polres Labusel Siagakan 515 Personel Gabungan
Situasi tersebut membuat pemudik diimbau mempersiapkan kondisi fisik dan mental selain memastikan kendaraan yang digunakan tetap dalam kondisi prima selama perjalanan.
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mengurai kepadatan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
"Saat ini, sebanyak 35 kapal dioperasikan secara nonstop selama 24 jam untuk melayani arus kendaraan dan penumpang dari Bali menuju Jawa," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale pada Minggu (15/3/2026).
Baca Juga:
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Empat Korban Selamat Dievakuasi Setelah Gunakan Sekoci
Lonjakan kendaraan yang hendak menyeberang disebut terjadi karena meningkatnya mobilitas masyarakat serta kendaraan logistik menjelang masa angkutan Lebaran.
Selain itu, kepadatan juga dipicu oleh rencana penutupan operasional penyeberangan saat perayaan Hari Raya Nyepi yang berlangsung pada 18–20 Maret 2026.
"ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," tambahnya.