Dalam periode ini, pemerintah akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur vital yang berpengaruh besar terhadap mobilitas warga, seperti jembatan penghubung antardesa dan akses menuju pusat kegiatan masyarakat.
Salah satu fokus utama berada di Kecamatan Bungbulang, wilayah yang mengalami kerusakan jembatan cukup parah.
Baca Juga:
Dorong Prestasi Atlet Disabilitas, Pemkab Garut Gelar Pesokab 2025
“Kita lihat sekarang mana yang urgensi, mana yang bisa dilakukan dalam konteks tanggap darurat, misalkan jembatan, kemarin di Bungbulang ada 4 jembatan yang rusak dan sangat memarginalkan masyarakat Bungbulang,” jelasnya.
Sebagai solusi cepat, Pemkab akan membangun jembatan sementara agar warga tetap dapat melewati jalur tersebut meski dalam kondisi terbatas.
Upaya ini diharapkan bisa mendukung kelancaran kegiatan ekonomi, pendidikan, dan mobilitas harian.
Baca Juga:
Desa Pangauban Wakili Garut di Anugerah Gapura Sri Baduga 2025, Bupati Beri Dukungan Langsung
Nurdin juga menyebutkan bahwa dua wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Peundeuy dan Bungbulang.
Di Peundeuy, perbaikan Jembatan Rawayan telah selesai sepenuhnya dan kini sudah dapat digunakan warga, meski dengan pembatasan maksimal tiga orang yang melintas secara bergiliran untuk menjaga keamanan.
Secara keseluruhan, terdapat 243 kepala keluarga (KK) dan 241 rumah yang terdampak, dengan total lebih dari 700 jiwa yang menjadi prioritas penanganan lanjutan.