Saat ini, fokus utama PLN adalah penyelesaian pembangunan tower emergensi pada ruas transmisi Pangkalan Brandan–Langsa yang menjadi penghubung utama interkoneksi listrik Aceh dengan Sumatera Utara.
“Saat ini pembangunan tower emergensi sudah pada tahap penarikan kabel di area Pangkalan Brandan dan Langsa,” ujar Lukman.
Baca Juga:
PLN UID Kalbar Luncurkan ENERGIZE Kalbar untuk Bangun Budaya Kerja Sehat
Ia mengungkapkan bahwa tantangan di lapangan cukup besar karena lokasi pembangunan berada di area ekstrem dengan kondisi tanah berlumpur akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut.
“Lokasinya cukup ekstrem dan tadi malam diguyur hujan lebat sehingga menimbulkan lumpur tebal,” katanya.
Meski demikian, PLN mencatat progres pemulihan jaringan distribusi di wilayah terdampak bencana telah mencapai sekitar 90 persen, sehingga sebagian besar sistem distribusi sebenarnya sudah siap dioperasikan.
Baca Juga:
PLN Kalbar Dorong Produktivitas Pegawai Melalui Program Wellness Fit For Future
“Pekerjaan jaringan distribusi sudah hampir rampung,” ucap Lukman.
Kendala utama saat ini terletak pada penyelesaian tower darurat yang berfungsi memulihkan interkoneksi sistem kelistrikan Aceh secara menyeluruh dengan Sumatera Utara.
“Tower ini dibangun untuk memulihkan interkoneksi Aceh dengan Sumatera Utara,” kata Lukman.