Ia menjelaskan, setelah interkoneksi pulih, PLN dapat kembali menyalakan PLTU Nagan Raya yang menjadi tulang punggung pasokan listrik Aceh.
“Jika sudah pulih, maka penyalaan PLTU Nagan Raya bisa kembali dilakukan,” ujarnya.
Baca Juga:
Fakta Baru OTT Cilacap: Ada Nama Kapolresta dan Lembaga Peradilan dalam Catatan THR
PLTU Nagan Raya nantinya akan menyuplai listrik ke 23 gardu induk di seluruh kabupaten dan kota di Aceh yang mencakup 558 penyulang dan sekitar 15 ribu gardu distribusi.
Sambil menunggu rampungnya tower emergensi tersebut, PLN memberlakukan pemadaman listrik secara bergilir sebagai langkah pengelolaan beban agar sistem tetap stabil.
Pasokan listrik saat ini masih mengandalkan sejumlah pembangkit dengan kapasitas terbatas untuk memastikan Aceh tetap menyala dan tidak mengalami blackout total.
Baca Juga:
Wacana Efisiensi Anggaran, PDIP Tantang Pemotongan Gaji Dimulai dari Istana
“Kami masih melayani dari Nagan 1 dengan kapasitas 20 megawatt, Arun 130 megawatt, serta PLTD Lueng Bata yang sudah maksimal di angka 14 megawatt,” ujar Lukman.
Dengan kapasitas tersebut, PLN harus membagi beban listrik ke seluruh wilayah Aceh secara proporsional agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.
“Dengan sumber daya yang ada, beban listrik seluruh Aceh harus dibagi sehingga penyalaan listrik dilakukan secara bergilir,” katanya.