"Ketika penggerebekan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, masyarakat mendukung penuh langkah petugas. Mereka senang lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas peredaran narkotika itu ditindak," jelasnya.
Namun situasi berubah setelah aparat kepolisian meninggalkan lokasi penggerebekan.
Baca Juga:
SMR 50 MW Jadi Peluang Energi Baru, ALPERKLINAS: PLN Dapat Memimpin Integrasi Nuklir ke Sistem Kelistrikan
Massa yang masih berkumpul diduga terprovokasi hingga akhirnya membakar gudang yang diduga digunakan sebagai tempat aktivitas narkoba tersebut.
Kabid Humas Polda Riau Zahwani Pandra Arsyad mengatakan pihaknya memahami keresahan masyarakat terhadap dugaan aktivitas narkotika yang selama ini terjadi di lingkungan mereka.
"Kami melihat ada harapan dan dukungan masyarakat agar lingkungan mereka bersih dari narkoba. Itu yang ditangkap oleh anggota di lapangan saat penggerebekan berlangsung," ujar Pandra.
Baca Juga:
Jepang Pangkas Pajak Makanan dari 8% Jadi 1%, Berlaku Mulai April 2027
Menurutnya, aksi pembakaran itu merupakan bentuk luapan emosi masyarakat terhadap dugaan aktivitas narkoba yang dianggap telah meresahkan warga dalam waktu lama.
Meski demikian, Polda Riau tetap mengimbau masyarakat agar mendukung pemberantasan narkoba dengan cara yang tertib dan tetap menjaga keamanan lingkungan.
"Semangatnya sama, yaitu ingin menyelamatkan lingkungan dan generasi muda dari bahaya narkoba," katanya.