WAHANANEWS.CO, Semarang - Ketegangan mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Semarang tahun ini. Aksi yang awalnya berlangsung dalam koridor penyampaian aspirasi, justru berubah menjadi kericuhan yang memuncak hingga terjadi insiden penyanderaan seorang anggota polisi.
Peristiwa ini menyita perhatian publik dan viral di media sosial.
Baca Juga:
OJK Panggil Indosaku Imbas Kasus Damkar Kena Prank Debt Collector Pinjol
Seorang anggota kepolisian dari Polda Jawa Tengah yang berinisial E sempat menjadi korban penyanderaan oleh sekelompok mahasiswa dalam aksi demonstrasi Hari Buruh di Kota Semarang pada Kamis (1/5/2025).
Aksi tersebut berlangsung di kawasan Universitas Diponegoro (Undip), dan menjadi sorotan karena keterlibatan anggota intelijen yang mengenakan pakaian serba hitam di tengah kerumunan demonstran.
Video detik-detik penyanderaan itu tersebar luas di berbagai platform media sosial, memperlihatkan anggota intel tersebut sedang diinterogasi oleh sejumlah mahasiswa yang curiga terhadap kehadirannya di tengah massa aksi.
Baca Juga:
Pengaduan THR 2026: Jakarta-Jawa Barat Juara Paling Banyak
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa anggota dengan inisial E dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka serius.
“Satu dari Polda Jateng, inisial E, baik, sehat walafiat,” ujar Artanto saat dikonfirmasi pada Kamis malam.
Artanto juga menjelaskan bahwa Wakapolda Jawa Tengah, Kombes Pol Latif Usman, telah menjalin komunikasi langsung dengan pihak rektorat Universitas Diponegoro guna menyelesaikan insiden tersebut secara damai dan memastikan keselamatan anggota yang disandera.