Para santri itu kemudian menutup pintu kamar demi menghindari pantauan pengasuh pondok.
"Kemudian terlapor anak mencoba untuk menyalakan api dengan menuangkan sebagian BBM ke salah satu plastik mika dengan tujuan membakar kayu tersebut. Namun, tiba-tiba api menyambar sisa BBM yang ada dalam botol. Sehingga timbul percikan api di dalam botol tersebut," imbuhnya.
Baca Juga:
Kasus Pemerkosaan Santriwati, Pendiri Ponpes Pati Resmi Diperiksa sebagai Tersangka
Semburan api itu membuat MR panik. Ia lantas mencoba memadamkan si jago merah dengan cara memukul api menggunakan ujung botol bekas bensin. Sontak, api kian membesar hingga menyambar kasur di ruangan tersebut.
"Seluruh anak panik dan mencoba melarikan diri. Ada yang mencoba memadamkan dengan memukul api tersebut, tapi api malah membesar," kata Punguan.
Punguan mengatakan tiga anak yang berada di sebelah kasur itu mulai terkena api dan pakaian yang mereka kenakan terbakar. Mereka kemudian berusaha memadamkan api dengan cara menggesekkan badan ke lemari plastik.
Baca Juga:
Pemerintah Siap Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny, Menkeu Purbaya Tunggu Restu Muhaimin
Sementara MR sudah keluar lebih dulu menyelamatkan diri.
"Terlapor anak (MR) terlebih dahulu menyelamatkan dirinya dengan cara membuka pintu dan salah satu anak yang mengalami luka ringan (MYS) keluar dan selamat terlebih dahulu," urai Punguan.
Sementara tiga anak tersisa, katanya, terkunci di dalam ruang itu.