Tidak hanya kaum perempuan, pelaku usaha laki-laki pun turut larut dalam semangat inovasi tersebut.
Ade Putra, pemilik usaha Ziade Donat dari Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, bahkan sudah memiliki rencana baru setelah mengikuti workshop.
Baca Juga:
Solusi Pencemaran Lingkungan, MARTABAT Prabowo-Gibran Dorong Pemerintah Percepat Hilirisasi Limbah Kelapa Sawit
“Saya pengusaha donat, Bang. Namanya Ziade Donat. Berdasarkan materi dan praktik hari ini, saya ingin menginovasikan saripati sawit ini jadi donat di Muaro Jambi. Saya tak mau kalah dengan ibu-ibu,” ujarnya sambil tertawa.
Ketua Panitia Pelaksana, Warsito, mengapresiasi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan sejak hari pertama hingga sesi praktik.
“Saya berharap para peserta mampu menghasilkan dan mengembangkan usahanya melalui produk kuliner berbahan dasar sawit, baik itu bolu, dodol, bangkit sawit maupun kreasi lainnya,” ujarnya.
Baca Juga:
Indonesia Ajukan Penangguhan Konsesi kepada Uni Eropa di WTO terkait Sengketa Sawit
Ia juga menegaskan bahwa para pelaku UMKM tidak perlu khawatir untuk mengembangkan produk berbasis sawit karena BPDP terus memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat.
Di sisi lain, CEO Elaeis Media Group, Abdul Aziz, menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu cara efektif untuk mengubah stigma negatif terhadap sawit yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.
“Nyatanya, sawit memberikan dampak ekonomi yang luar biasa positif kepada para pelaku UMKM. Dari akar sampai daun, sawit terbuka untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” ujarnya.