Pemilik unik, kesal dan mensinyalir tanda-tanda bahwa tidak ada kepedulian Pemerintah Kota Depok menyelesaikan masalah warga penduduk Kota Depok ini.
Sri Ratu Come Rihi, sebagai koordinator atau perwakilan pemilik unit di CAR ini yang hadir di pertemuan ini, masalah sengketa dengan pengelola CAR, yaitu PT Apcon sudah berlarut sekira delapan tahun.
Baca Juga:
Dicuri Segel IMB Pemkot Depok di Perumahan Al Fatih: Atensi Supian Suri Diabaikan Satpol PP
Pertemuan ini sudah berulang kesekian kali, namun tiada penyelesaian selama tiga Kepala Disrumkin sudah dijabat tiga orang, yaitu Dudi Miraz, Dadang Rustandi, dan Adna Mahyudin yang pejabat baru. Namun tetap Refliyanto sebagai pejabat Kepala Bidang Perumahan.
Senada dengan pemilik unit lain, Ratu mengatakan ada sinyalemen, kecurigaan ada pihak yang bermain ‘mata’.
“Saya saja sudah ditawari hadiah satu unit, jika tidak ikutan bersama-sama lagukan perjuangan hak-hak penghuni atau pemilik. Mareka suka nyogok. Jangan-jangan Pemerintah Kota Depok juga masuk angin. Saya perhatikan pembicaraan Pak Adnan ini, tidak memihak warga-pemilik,penghuni. Ini memihak pengusaha, pengelola apartemen, ada apa ini. Pemerintah harus membela rakyat Pak. Wali Kota adalah orangtua kami,” demikian di antara ucapan Ratu dengan suara tegas meninggi yang disambut dukungan dari sesama rekan.
Baca Juga:
LAKRI Kritik Hilangnya Plang Segel Perumahan Al Fatih, Wali Kota Depok: Tegaskan Fungsi Situ Gugur
Mendengar kalimat begitu, Adnan tidak nyaman, ia merasa tidak dipercaya dan dicurigai telah menerima ‘sesuatu’ dari pengelola CAR. debat saling bantan terjadi antara Adnan dengan warga hadirin.
Adnan kesal dan marah, menggebrak meja dan berkata dengan suara meninggi.
“Kalau gitu, kalau saya tidak dipercayakan, tidak dibutuhkan, untuk apa saya di sini. Dicurigai sudah beriman keuntungan sesuatu, demi Allah saya tidak begitu. Saya baru jadi kepala dinas, baru berapa bulan. Ini kan kami dari pemerintah mendengarkan dari kedua belah pihak. Nanti kami evaluasi untuk kebijakan bagaimana. Ini ada Pak Refli yang mengetahui masalah ini sejak awal,” sanggah Adnan.