WAHANANEWS.CO - Video siswi SMK di Garut, Jawa Barat yang menangis histeris usai rambutnya digunting guru BK viral di media sosial dan memicu sorotan publik terkait tindakan razia di lingkungan sekolah.
Dilansir pada Jumat (08/05/2026), video tersebut menampilkan sejumlah siswi menangis setelah rambut mereka dipotong karena diduga berwarna pirang.
Baca Juga:
Rutan Sidikalang Tegaskan Komitmen Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan
Kuasa hukum para siswi, Asep Muhidin, mengatakan pihaknya pertama kali mengetahui kejadian itu setelah sejumlah siswi mengadu ke Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nusantara (Stainus) Garut.
Menurut Asep, insiden bermula ketika para siswi kembali ke kelas setelah mengikuti pelajaran olahraga lalu seorang guru BK masuk sambil membawa gunting dan langsung melakukan razia rambut.
"Alasannya, ada laporan masyarakat soal rambut. Tapi, kami pertanyakan dasar laporannya. Kenapa tidak melibatkan orang tua? Itu lebih etis," ujar Asep.
Baca Juga:
Ngeri! Pangeran Andrew Ditodong Senjata Pria Bertopeng Ninja
Asep menilai tindakan tersebut berlebihan karena para siswi selama berada di lingkungan sekolah tetap menutupi rambut mereka menggunakan hijab.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Kamis (30/04/2026) di lingkungan SMKN 2 Garut.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Garut Nur Al Purqon membenarkan adanya pemotongan rambut yang dilakukan guru BK terhadap sejumlah siswi.
Menurut Purqon, tindakan itu dilakukan setelah adanya laporan dari wali kelas dan masyarakat terkait warna rambut siswa.
"Akumulasi dari laporan wali kelas dan masyarakat, bahwa anak SMK katanya rambutnya berwarna bebas," ucap Purqon.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik setelah video para siswi menangis histeris tersebar luas di media sosial.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]