Pada lokakarya itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai peluang produk Indonesia di pasar Australia dan kawasan Pasifik. Produk tersebut meliputi kopi dan kakao, rempah dan herbal, alas kaki, bahan bangunan, furnitur dan dekorasi rumah, fesyen dan modest wear, hingga jasa dan produk digital.
Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai tahapan ekspor, mulai dari riset pasar, penentuan kode Harmonized System (HS), pemanfaatan perjanjian perdagangan, hingga penyiapan legalitas usaha.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Pimpin Apel Kebangsaan Sabuk Kamtibmas, Perkuat Sinergi Ciptakan Kota Jambi Aman dan Kondusif
Materi lain yang dibahas mencakup adaptasi produk dan kemasan, pemahaman biosekuriti Australia, strategi penetapan harga, logistik, kontrak dagang, hingga membangun hubungan jangka panjang dengan buyer.
Haris mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Campuspreneur Kementerian Perdagangan yang mendorong mahasiswa menjadi bagian aktif dalam ekosistem perdagangan global.
Ia menambahkan, sinergi antara Atase Perdagangan RI Canberra dan mahasiswa Indonesia di Australia telah berlangsung secara berkelanjutan, termasuk melalui kolaborasi dengan PPIA dan Mata Garuda Australia and New Zealand (ANZ) dalam program pop-up store “Lokal untuk Global”.
Baca Juga:
Kemendag Kawal Ekspor 360 Ribu Porsi Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji di Arab Saudi
Program tersebut memperkenalkan 42 jenama usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia kepada konsumen Australia.
Lokakarya juga melibatkan Kopicino Foodtruck sebagai penyedia makanan Indonesia bagi peserta. Usaha kuliner yang dirintis alumni mahasiswa Indonesia di Australia itu dinilai menjadi contoh kontribusi mahasiswa dan alumni dalam memperkenalkan produk serta identitas Indonesia di Australia.
Ke depan, Atase Perdagangan RI Canberra akan terus memperkuat pembinaan mahasiswa Indonesia di Australia melalui lokakarya, mentoring, pelibatan dalam promosi dagang, serta menjadi penghubung antara UKM dan eksportir Indonesia.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa Indonesia di Australia diharapkan dapat menjadi jembatan perluasan ekspor produk Indonesia ke pasar internasional.