Sementara itu, Agis Fendy Hasan Bachtiar membagikan pengalamannya membangun Agis Indoply International Pty Ltd saat menempuh studi Master of Professional Accounting di University of Tasmania, Australia.
Berbekal pengalaman di bidang pemasaran ekspor kayu lapis (plywood), Agis melihat persoalan kualitas dan kepercayaan dalam rantai pasok sebagai peluang usaha.
Ia kemudian mengembangkan model bisnis berbasis jasa pencarian pemasok (sourcing), pemilihan pabrik, negosiasi, inspeksi lapangan, dokumentasi produk, hingga pengiriman kepada pelanggan.
Baca Juga:
Kolaborasi PLN dan Kemendag Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging, ALPERKLINAS: Konsumen Mobil Listrik Makin Terlayani
Saat ini, Agis aktif mengekspor plywood Indonesia ke sejumlah negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Kuwait, dan Uni Emirat Arab dengan volume lebih dari 30 kontainer per bulan.
Menurut Agis, pasar Australia masih memiliki peluang besar bagi mahasiswa Indonesia yang memahami kebutuhan pasar setempat.
“Mahasiswa bisa memulai usaha dari satu hal sederhana, seperti menemukan satu peluang, memvalidasi permintaan, memilih pemasok yang tepat, memenangkan satu pelanggan, dan mendokumentasikan hasil sebagai modal kepercayaan,” ujar Agis.
Baca Juga:
Mendag Busan Lantik Inspektur Jenderal Kemendag, Dorong Peran Pengawasan dalam Mendukung Program Prioritas
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.