Ia menyampaikan bahwa memiliki sambungan listrik sendiri sebelumnya terasa mustahil.
Arobi Namudat, warga Desa Fakfak Selatan, yang sehari-hari berprofesi sebagai supir menyampaikan bahwa dirinya merasa sangat terbantu karena rumahnya telah dialiri listrik PLN lewat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurutnya, memiliki listrik sendiri tanpa menyambung dari tetangga sebelumnya hanya sebuah impian, tetapi saat ini bisa diwujudkan berkat Pemerintah.
Baca Juga:
Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tetap, PLN Dukung Upaya Pemerintah Jaga Daya Beli
"Sekarang bisa kasih nyala lampu. Terima kasih banyak, Bapak Presiden, Bapak Menteri, dan PLN yang sudah bantu saya," ungkapnya.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses listrik yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa masih banyak keluarga prasejahtera yang sudah berada di area jaringan listrik, namun tidak mampu memasang sambungan rumah.
Baca Juga:
PLN Optimalkan Pengamanan Listrik Nataru, 69 Ribu Personel Disiagakan 24 Jam
"Ada saudara-saudara kita yang memang sudah ada jaringan listrik tapi tidak bisa pasang sambung ke rumah karena tidak mampu. Pemerintah hadir mengatasi itu. Saya tidak mau lagi apa yang pernah kita rasakan, saya rasakan dulu sekolah tidak ada listrik itu terjadi pada generasi mendatang,” ujar Bahlil.
Secara nasional, hingga September 2025, sebanyak 135.482 keluarga telah ditetapkan sebagai calon penerima BPBL dari target 215.000 rumah tangga sepanjang tahun ini.
Khusus Papua Barat, pemerintah menargetkan 4.550 rumah tangga kurang mampu mendapatkan sambungan gratis pada tahun 2025.