Karena itu, menurut dia, diperlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja untuk membangun sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, produktif, serta mampu mengikuti perkembangan zaman.
Transformasi digital, lanjut Afriansyah, harus diikuti dengan peningkatan keterampilan dan kompetensi pekerja sehingga perubahan teknologi tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi pekerja dan dunia usaha.
Baca Juga:
Konflik Timur Tengah dan Ujian Politik Luar Negeri Indonesia
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas yang adaptif agar perusahaan di sektor percetakan, penerbitan, dan media informasi dapat terus berkembang dan bersaing.
Namun, peningkatan produktivitas tersebut harus berjalan seiring dengan perlindungan dan pemenuhan hak-hak pekerja, termasuk akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dengan demikian, kemajuan industri dan transformasi digital diharapkan memberikan manfaat bagi semua pihak. Dunia usaha memperoleh daya saing dan produktivitas yang lebih baik, sementara pekerja mendapatkan peningkatan kompetensi, kepastian kerja, perlindungan, serta jaminan sosial yang memadai.
Baca Juga:
Arnod Sihite Aklamasi Pimpin FSP PPMI SPSI, Ini 10 Poin Perjuangan Kesejahteraan Buruh
Ket foto: Pimpinan Pusat FSP PPMI SPSI saat menyampaikan rekomendasi hasil Munas VIII FSP PPMI SPSI kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, Rabu (19/8/2026). [WahanaNews.co/Ist]
Dalam pertemuan tersebut, FSP PPMI SPSI juga menyampaikan dukungan terhadap sejumlah program strategis Kemenaker, salah satunya Program Magang Nasional.
Kedelapan, FSP PPMI SPSI mengusulkan agar kuota program magang ditingkatkan dari 150 ribu menjadi 1 juta peserta per tahun. Program tersebut dinilai dapat memperluas kesempatan bagi lulusan SMA/SMK maupun sarjana untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan peluang memasuki dunia kerja.