Semantara itu, saat tanaman berumur 7, 17, 27, dan 37 hst berikan pupuk pelengkap cair. Pada tanaman berumur 12, 24, dan 45 HST, berikan probiotik Bactoplus. Probiotik ini juga bisa dicampur dengan insektisida berbahan aktif Abamektin 2 cc/liter.
Pemupukan juga diberikan pada saat tanaman berumur 25 HST dengan memberikan pupuk Urea 50 kg, NPK 100 kg, dan KCl 50 kg.
Baca Juga:
Pemkab Pasaman Targetkan Produksi Padi 205.627 Ton di Tahun 2025
Pengendalian hama dan penyakit
Hama dan penyakit tanaman padi dapat diatasi dengan pengendalian mekanis, biologi, maupun kimiawi. Akan tetapi, pengendalian secara kimiawi hanya dilakukan saat populasi dan serangannya sudah di atas ambang batas ekonomi.
Panen dan pascapanen
Baca Juga:
Pemkab Malinau Apresiasi Keberhasilan Kelompok Tani Rurum Kei Hasilkan 9,4 Ton Padi
Pemanenan dilakukan saat 96% bulir padi sudah menguning. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong sepertiga bagian atas batang menggunakan sabit.
Setelah itu, tumpuk padi dan rontokkan menggunakan power thresher. Setelah itu, bersihkan gabah dan jemur sampai kadar airnya 13 sampai 14 persen. [rna]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.