WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di balik kesederhanaannya, sandal jepit justru menjelma menjadi komoditas global bernilai besar, dan Indonesia kini ikut bermain di panggung utama industri tersebut.
Sandal jepit yang selama ini identik dengan barang murah dan kasual ternyata memiliki pasar global yang terus berkembang karena dinilai nyaman, ringan, serta cocok digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Baca Juga:
Ketegangan di Selat Hormuz, Kapal RI Masih ‘Parkir’, Thailand Sudah Jalan
Permintaan yang stabil membuat produk ini menjadi bagian dari industri alas kaki dunia yang tidak bisa dianggap remeh.
Menariknya, Indonesia kini masuk dalam jajaran negara penting dalam pasar grosir sandal jepit karet dunia bersama China, Brazil, India, dan Vietnam.
Persaingan di industri ini menunjukkan karakteristik berbeda dari tiap negara yang memiliki keunggulan masing-masing.
Baca Juga:
Suhu Bisa 100 Persen di Atas Normal, Asia Tenggara Bersiap Hadapi Panas Ekstrem
China tampil dominan berkat kapasitas produksi besar, biaya manufaktur yang kompetitif, rantai pasok yang matang, serta kemampuan inovasi dan kustomisasi produk.
Brazil juga menempati posisi kuat karena budaya penggunaan sandal jepit yang sangat melekat di masyarakat serta dukungan bahan baku karet berkualitas tinggi.
Selain itu, Brazil didukung pasar domestik yang besar dan reputasi ekspor yang telah terbentuk secara global.