India terus berkembang dengan kekuatan pada tenaga kerja terampil, pusat manufaktur yang semakin meluas, serta biaya produksi yang relatif rendah.
Vietnam pun menunjukkan performa kuat melalui biaya produksi yang efisien, dukungan perjanjian perdagangan, serta perkembangan industri alas kaki yang pesat dan lebih berorientasi pada praktik ramah lingkungan.
Baca Juga:
Ketegangan di Selat Hormuz, Kapal RI Masih ‘Parkir’, Thailand Sudah Jalan
Melansir CNBC Indonesia, RI sendiri masuk dalam lima besar kekuatan utama pasar sandal jepit karet global berkat posisinya sebagai salah satu produsen karet alam terbesar dunia.
Ketersediaan bahan baku ini menjadi faktor kunci karena karet merupakan komponen utama dalam produksi sandal jepit.
Selain itu, biaya tenaga kerja yang relatif terjangkau membuat Indonesia mampu memproduksi sandal jepit yang tahan lama dengan harga kompetitif.
Baca Juga:
Suhu Bisa 100 Persen di Atas Normal, Asia Tenggara Bersiap Hadapi Panas Ekstrem
Kombinasi tersebut menjadikan Indonesia menarik sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar massal.
Pasar ekspor Indonesia juga terus berkembang, terutama ke kawasan Asia dan Oceania.
Meski belum sekuat China atau Brazil dari sisi merek global, Indonesia memiliki keunggulan pada produksi sandal jepit yang awet dan ekonomis.