Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki fondasi kuat sebagai basis produksi meskipun belum dominan dalam branding global.
Jejak Indonesia dalam rantai pasok global juga mulai terlihat melalui munculnya nama-nama pemasok dalam basis data perdagangan internasional.
Baca Juga:
Ketegangan di Selat Hormuz, Kapal RI Masih ‘Parkir’, Thailand Sudah Jalan
Beberapa di antaranya adalah ELDITA SARANA LOGISTIK, PT DWITAMA GLOBAL PERSADA, dan SINERGI KARYA KHARISMA yang tercatat dalam indeks perdagangan global.
Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut menandakan bahwa Indonesia tidak hanya kuat dari sisi bahan baku, tetapi juga mulai terlibat aktif dalam jaringan distribusi internasional.
Pengamat sosial dari Universitas Padjadjaran Domy Sokara menilai sandal jepit memiliki makna sosial yang unik di masyarakat Indonesia.
Baca Juga:
Suhu Bisa 100 Persen di Atas Normal, Asia Tenggara Bersiap Hadapi Panas Ekstrem
“Sandal jepit bukan sekadar alas kaki, tetapi simbol kesederhanaan dan egalitarianisme karena dipakai lintas kelas sosial,” ujar Domy.
Ia menambahkan bahwa keberadaan sandal jepit mencerminkan budaya praktis masyarakat sekaligus menunjukkan bagaimana produk sederhana bisa memiliki nilai ekonomi global yang besar.
Dengan demikian, posisi Indonesia dalam industri sandal jepit dunia tidak hanya bertumpu pada ketersediaan karet alam, tetapi juga mulai diperkuat oleh peran dalam produksi dan perdagangan global.