WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian terdepan dalam upaya global menghadapi krisis iklim dan mempercepat transisi menuju target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat.
Komitmen ini ditekankan melalui berbagai kebijakan strategis dan kerja sama internasional yang bersifat adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Jelang Idulfitri 2026, Ketersediaan Energi Dipastikan Aman, Wamen ESDM Imbau Warga Tetap Tenang
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto pada sesi Leaders Summit Conference of the Parties ke-30 (COP30) yang berlangsung di Belém, Brasil, Kamis (13/11/2025).
Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo dalam sesi Leaders Summit pada Conference of the Parties ke-30 (COP30) di Belém, Brasil, Kamis (14/11/2025). Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memimpin upaya global dalam memitigasi perubahan iklim dan percepatan transisi menuju Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat. (Foto: Official UN Web TV).
“Indonesia datang ke Belém dengan membawa pesan yang jelas, kami tetap berkomitmen untuk memperkuat komitmen iklim nasional dan siap bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mewujudkan aksi iklim yang nyata, inklusif, dan ambisius,” tegas Hashim.
Baca Juga:
Atlet Peraih Medali ASEAN Para Games 2025 Terima Bonus, Emas Individu Dihargai Rp1 Miliar
Hashim menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris untuk mencapai NZE paling lambat tahun 2060 atau lebih cepat.
Selain itu, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen melalui strategi pembangunan berkelanjutan yang telah dirumuskan dan dijalankan secara konsisten.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam Second Nationally Determined Contribution (SNDC), Indonesia menargetkan pengurangan emisi sebesar 1,2 hingga 1,5 gigaton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) pada tahun 2035.