Menurut Pandu, besarnya antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek pengembangan proyek PSEL sebagai salah satu investasi strategis di sektor energi dan lingkungan.
Di sisi lain, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyampaikan bahwa implementasi proyek PSEL yang didukung melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 akan memperkuat ekosistem ketenagalistrikan nasional sekaligus membantu penyelesaian persoalan sampah di berbagai wilayah.
Baca Juga:
OASA dan SUS Environment Kembangkan PSEL Lampung Raya, MARTABAT Prabowo-Gibran: Transformasi Sampah Jadi Energi Perlu Dipercepat
PLN, kata Suroso, berkomitmen menjadi pembeli utama (offtaker) atas listrik yang dihasilkan dari proyek PSEL sehingga para investor memiliki kepastian dalam menjalankan usahanya.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, dalam sesi diskusi panel menyampaikan bahwa Perseroan siap menyerap daya listrik yang diproduksi oleh para mitra guna program PSEL dapat memperkuat portofolio sumber energi primer secara optimal.
"Kami memberikan jaminan kepada para mitra bahwa listrik yang dihasilkan akan diambil oleh PLN sebagai offtaker. Para mitra tidak perlu khawatir, komitmen jangka panjang PLN sudah teruji di berbagai sektor pembangkit lainnya yang bahkan memiliki Power Purchase Agreement (PPA) lebih dari 30 tahun. Jaminan ini akan terjaga dengan sangat baik," tegas Suroso.
Baca Juga:
Sugeng Suparwoto: PLTSa Tetap Dibutuhkan, Lokasi Pembangunan Harus Utamakan Keselamatan Warga
Ke depan, proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik diharapkan tidak hanya menjadi solusi dalam mengurangi persoalan darurat sampah yang dihadapi banyak daerah, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting dalam mempercepat bauran energi baru terbarukan nasional.
Melalui pengembangan PSEL, pemerintah optimistis target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 dapat dicapai secara lebih efektif, seiring meningkatnya pemanfaatan energi bersih berbasis pengelolaan limbah.
"Dalam konteks transisi energi dari berbasis termal ke energi baru terbarukan, PSEL menambah portofolio sumber energi kami sekaligus mengatasi darurat sampah. Karena itu, jika perlu program ini diterapkan di semua kota di Indonesia, PLN sangat siap," pungkas Suroso (Seremoadver).