Program ini juga terintegrasi dengan berbagai promosi perdagangan, mulai dari business matching, pameran dagang, coaching ekspor, hingga promosi melalui perwakilan perdagangan RI di luar negeri.
Sejak 2025, Kemendag telah menjalankan empat periode program Product Placement Pilihan Busan dengan melibatkan 82 UMKM terkurasi. Selain itu, Kemendag juga memfasilitasi lima sesi business matching guna memperluas akses pasar ekspor para peserta.
Baca Juga:
Bappebti Rilis Rating Pialang Berjangka Triwulan I-2026, Tujuh Perusahaan Raih Peringkat Teratas
Program tersebut turut dipamerkan dalam Trade Expo Indonesia 2025 dan berhasil mencatatkan transaksi senilai 1,08 juta dollar AS serta mengantarkan peserta menembus 23 negara tujuan ekspor.
Chief Executive Officer Rutema, Rif Fatka Ridwan, mengapresiasi dukungan Kemendag terhadap perkembangan usahanya melalui berbagai program pendampingan dan promosi.
“Program Product Placement Pilihan Busan telah membuka ruang yang sangat penting bagi brand lokal seperti kami untuk memperluas pasar, membangun jejaring, serta memperkenalkan karya Indonesia ke pasar yang lebih luas,” ujar Fatka.
Baca Juga:
Kemendag Raih Predikat “AA” pada Anugerah Kearsipan Nasional 2026
Selain itu, Rutema juga pernah mengikuti program Klinik Desain Indonesia Design Development Center (IDDC). Melalui program tersebut, Kemendag memberikan pendampingan desain kepada pelaku UMKM dengan mempertemukan mereka bersama desainer profesional. Pendampingan itu meliputi konsultasi pengembangan produk, desain kemasan, visual branding, hingga persiapan menuju pasar ekspor.
Sebagai informasi, Rutema merupakan usaha kerajinan tenun serat alam asal Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang berdiri sejak 1988. Usaha ini berfokus pada produksi kain tenun premium berbahan serat alam lokal menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).
Tidak hanya memproduksi tenun, Rutema juga mengembangkan konsep eduwisata berbasis proses pengolahan serat alam dan tenun tradisional, dengan mengedepankan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan orientasi ekspor.