Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kekuatan industri perbankan Indonesia masih bertumpu pada sekitar 12 hingga 20 bank terbesar yang menjadi penggerak utama sektor keuangan nasional.
Di sisi lain, terdapat sekitar 57 bank KBMI 1 dengan modal inti Rp3 triliun hingga Rp5 triliun yang masih menjadi bagian penting dalam ekosistem perbankan nasional.
Baca Juga:
Tiga Proyek PGE Masuk Green Book, Dana Rp8,6 Triliun Siap Mengalir dari Dunia Internasional
Meski memiliki skala lebih kecil, Nixon menilai bank-bank tersebut tetap memainkan peran strategis dalam melayani segmen pasar tertentu yang belum tentu dapat dijangkau oleh bank-bank besar.
Namun demikian, penguatan permodalan dan peningkatan skala usaha tetap dibutuhkan agar bank-bank kecil mampu berinvestasi pada teknologi serta meningkatkan daya saing di tengah kompetisi yang semakin ketat.
"Bank-bank kecil tetap memiliki peran untuk melayani niche market tertentu yang tidak selalu bisa dilayani oleh bank besar," katanya.
Baca Juga:
Tenggelam Saat Hajar Kapal Jepang, USS Herring Akhirnya Ditemukan Setelah 82 Tahun
Dari sisi ukuran industri, total aset bank umum nasional saat ini mencapai Rp13.900 triliun dengan penyaluran kredit sebesar Rp8.768 triliun.
Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPRS yang memiliki total aset Rp210,7 triliun dengan kredit yang disalurkan sebesar Rp155,9 triliun.
Jumlah bank umum memang hanya mencapai 105 entitas, namun angka tersebut masih jauh lebih sedikit dibandingkan 1.463 BPR dan BPRS yang tersebar di seluruh Indonesia.