Dian menilai pendekatan anorganik berupa merger dapat menjadi solusi bagi bank-bank yang mengalami stagnasi pertumbuhan dan kesulitan meningkatkan daya saing.
"Pendekatan anorganik melalui konsolidasi diperlukan untuk dapat menjadi dorongan terhadap kinerja bank yang dinilai mengalami stagnasi. Hal ini tentu membutuhkan kejujuran dan sikap visioner dari PSP dan manajemen bank untuk melihat prospek kinerjanya kedepan dalam posisi permodalan dan kinerjanya saat ini," tutur Dian.
Baca Juga:
Tiga Proyek PGE Masuk Green Book, Dana Rp8,6 Triliun Siap Mengalir dari Dunia Internasional
Sejak Desember 2025, OJK juga telah mengundang bank-bank KBMI I dalam forum focus group discussion (FGD) untuk menyusun roadmap penguatan dan konsolidasi industri secara lebih terarah.
Meski saat ini masih berupa imbauan, OJK menegaskan proses penguatan fundamental dan konsolidasi tersebut akan dievaluasi secara berkala guna mengukur efektivitas pelaksanaannya.
Pada saat yang sama, regulator juga tengah menyiapkan kerangka kebijakan dan mekanisme yang tepat agar penguatan modal bank KBMI I dapat berjalan secara prudent, terukur, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Tenggelam Saat Hajar Kapal Jepang, USS Herring Akhirnya Ditemukan Setelah 82 Tahun
Dian menegaskan seluruh kebijakan tersebut disusun dengan mempertimbangkan stabilitas sistem keuangan, perlindungan nasabah, dan keberlangsungan fungsi intermediasi perbankan nasional.
Di tengah dorongan regulator tersebut, PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG) memastikan akan mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan OJK terkait penguatan permodalan dan peluang naik kelas ke kelompok KBMI yang lebih tinggi.
Saat ditemui di Perbanas Institute, Jakarta, Selasa (2/6/2026), Komisaris Bank Ganesha Lisawati mengaku menyerahkan pembahasan lebih lanjut mengenai strategi naik kelas kepada jajaran direksi perusahaan.