"Pokoknya kita ngikutin ketentuan OJK," kata Lisawati.
Menurut Lisawati, saat ini belum ada target khusus kapan Bank Ganesha akan naik kelas ke KBMI II.
Baca Juga:
Panti Rehabilitas Narkoba Sidikalang Disorot, Data Pasien Tidak Transparan
Ia kembali menegaskan komitmen perusahaan untuk mematuhi seluruh aturan yang ditetapkan regulator.
"Jelas lah, pasti. Ketentuannya pasti diikutin. Tapi yang jawab baru CEO-nya. Jangan saya," tutur Lisawati sambil tertawa.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, modal inti Bank Ganesha tercatat sebesar Rp3,64 triliun.
Baca Juga:
Kasus Rumah Mangkrak Masih Terjadi, FKBI Ingatkan Konsumen Jangan Mudah Percaya Janji Developer Syariah
Belum lama ini, Bank Ganesha juga melakukan perombakan jajaran pengurus melalui pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Selasa (26/5/2026).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Trisna Chandra dan Shirley sebagai direktur serta Faisal Dharma Setiawan sebagai komisaris independen.
RUPST juga memutuskan tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp227,09 miliar.